
Menjunjung tinggi slogan ‘Pelanggan adalah raja' sudah menjadi ‘moto keharusan' karyawan yang bekerja sebagai customer service atau customer care.
Berikut ada beberapa trik bagi yang bekerja di bagian customer service/customer care atau yang berhubungan langsung dengan pelanggan dalam menghadapi tipe pelanggan yang berbeda-beda. Siapa tahu bisa jadi inspirasi buat Anda.
1. Tipe pelanggan irasional
Bila berhadapan dengan pelanggan type ini benar-benar mengesalkan.
Dia mengeluhkan kalau fasilitas yang kita berikan tidak memuaskan. Menurutnya, seringkali bermasalah dan dikatakan free service, tapi ternyata ia harus membayar
Solusi :
Pelajari product knowledge yang dikeluarkan oleh perusahaan. Kejadian seperti ini sering terjadi karena si pelanggan tidak mendapatkan informasi yang cukup tentang produk atau pelayanan yang diberikan perusahaan. Semakin Anda mengetahui dengan lengkap tentang produk yang Anda jual atau tawarkan, maka Anda semakin mempunyai kekuatan untuk memberikan argumentasi ke pelanggan (caring pertama).
2. Tipe pelanggan pemarah
"Guest is always right! Biar dia marah-marah.
Tetap saja kita harus super sabar menghadapinya. Sampaikan maaf atas kejadian yang tidak memuaskan pelanggan. Bila tetap marah-marah, bagaimana dia mau mengerti, kalau dari awal sudah pasang muka tidak bersahabat!"
Solusi :
Ada sebuah peraturan yang tidak tertulis yang mengajarkan bahwa seorang Customer Service harus punya sifat super sabar. Biar bagaimana pun Anda harus menyadari bahwa dasar pekerjaan ini akan menerima lebih banyak complain daripada ucapan terima kasih atau penghargaan. Ini bukan berarti menjadi posisi yang tidak mengenakkan, tetapi kita harus sadari, justru ujung tombak perusahaan ada pada posisi Anda. Terpenting pelajari filosofi customer care division bertindaklah seperti semboyan itu !
3. Tipe pelanggan bertele-tele
"Pelanggan sebenarnya tidak ada yang bermasalah, selama kita memberikan informasi yang jelas tentang produk yang kita tawarkan. Mau bertanya A, kok malah lari ke B, Kita jawab yang B, dia bilang bukan menanyakan hal tersebut. Pelanggan seperti ini kadang bikin kita bingung juga, sebenarnya maunya apa…,"
Solusi :
Kalau bertemu dengan pelanggan yang seperti ini, yang harus Anda lakukan adalah berpanduan pada standarisasi jawaban komplain yang telah dibuat perusahaan. Jangan pernah menjawab hal-hal yang tidak ditanyakan, fokus saja pada permasalahan yang ditanyakan oleh pelanggan dan jangan menjebakkan diri dengan pertanyaan yang tidak terkait.
4. Tipe pelanggan 'unrealistic expectations'
"Seorang pelanggan ekspatriat yang datang. Dari awal sudah dikatakan kalau saat ini tidak ada produk yang ditanyakan pelanggan. Tapi dia terlanjur tertarik untuk membeli sebuah produk. Eh, keesokan harinya, dia malah komplain dan mengatakan barang yang dibeli ternyata tidak bagus dan sebagainya. Karena dari awal sudah tegas dikatakan barang yang dimaksud ! pelanggan tetap complain dan dia tetap bersikeras uangnya harus dikembalikan…," .
Solusi :
Memang sulit menghadapi Pelanggan yang 'mimpi' mendapatkan 'sesuatu' ketika melakukan komplain. Solusi yang bisa dilakukan adalah jika kesalahan memang berasal dari perusahaan, memang mau tidak mau Anda harus memberikan complainmentary services sebagai pengganti kesalahan yang telah dilakukan. Tapi, kalau kesalahan memang bukan dari Anda atau perusahaan, sebaiknya jelaskan realita yang terjadi pada pelanggan. Kalau dia masih bersikeras, mungkin Anda harus membawa masalah ini ke atasan. Biar bagaimana pun pelanggan yang seperti ini sulit untuk dibangunkan dari mimpinya!
Sumber : Oleh Yopie Bsp Vw di DISKUSI LAUNDRY Facebook
Jumat, 03 Februari 2012
TRIK & SOLUSI MENGAHDAPI TYPE PELANGGAN
Diposkan oleh MS LAUNDRY KILOAN di 22:32 0 komentar
Jumat, 28 Oktober 2011
Membaca Simbol Pakaian
Pernahkah Anda mengeluhkan pakaian mahal dan bermerek yang Anda beli justru lebih mudah rusak? Jika jawabannya ya, jangan buru-buru menyalahkan produsen atas kualitas pakaian Anda. Bisa jadi, justru Anda lah yang salah memperlakukan pakaian karena salah membaca berbagai simbol di label baju.
Jadi, jika selama ini Anda kerap mengabaikan label yang tertera di pakaian, mungkin sekarang Anda harus mulai memerhatikannya.
1. Temperatur
Biasanya ada tanda - di sekitar tulisan temperatur, yang dapat memberitahukan bagaimana cara perlakuan yang benar pada pakaian kesayangan. Jika ada tanda - di bawah tulisan temperatur, itu berarti Anda butuh perlakuan khusus pada bahan sintetik pakaian. Jika ada dua tanda - di sana, berarti pakaian itu membutuhkan perlakuan wool-wash yang tidak bisa dicuci di sembarang mesin. Sementara, jika Anda tidak menemukan satu pun tanda -, maka Anda bebas mencuci dengan cara dan kondisi apapun di bawah suhu 40 derajat Celcius.
2. Mencuci dengan tangan
Bila ada logo mencuci dengan tangan, maka pakaian ini hanya boleh dicuci dengan tangan saja. Jangan memaksa mencuci dengan mesin, karena bisa membuat bahan pakaian mudah rusak atau justru benar-benar rusak dalam sekejap.
3. Mengeringkan
Panduan mengeringkan pakaian bisa dilihat dari gambar lingkaran di dalam sebuah kotak. Pakaian harus dikeringkan dengan suhu rendah bila hanya ada satu titik di dalam gambar. Sedangkan bila ada dua titik, maka pakaian dapat dikeringkan dengan suhu tinggi. Namun, bila ada tanda silang pada logo, maka pakaian ini tak boleh dikeringkan dengan mesin.
4. Menyeterika
Jika Anda melihat gambar seterika, perhatikan jumlah titik di sekitar simbol itu. Gambar seterika dengan satu titik berarti pakaian harus diseterika dengan suhu rendah. Dua titik, diseterika dengan suhu hangat atau sedang. Dan bila ada tiga titik, maka pakaian bisa licin hanya bila diseterika dengan suhu tinggi saja.
5. Dry cleaning
Dry clean bermanfaat untuk menghilangkan noda membandel seperti tanah liat, cat, atau bahan kimia yang tumpah dan menempel, dengan menggunakan sedikit air, atau tanpa bantuan air sama sekali. Metode membersihkan ini memang cukup ampuh. Namun sayangnya, pakaian seringkali mengkerut atau warnanya pudar. Jadi, perlu dilihat benar apakah pakaian Anda memerlukan perlakuan khusus ini.
Untuk memastikannya, coba cari gambar lingkaran di label pakaian. Anda diijinkan melakukan dry cleaning jika ada simbol lingkaran di label pakaian. Jika yang ditemukan adalah gambar lingkaran dan dicoret dengan tanda silang, berarti Anda tidak diperbolehkan dry cleaning.
Jangan lupa, perhatikan pula logo P/W/F di dalam lingkaran, karena ini berarti drycleaning harus dilakukan oleh profesional.
6. Pemutih
Hampir sama dengan dry cleaning, Anda tidak boleh sembarangan mencuci pakaian dengan pemutih untuk menghilangkan noda membandel. Lihat apa ada logo segitiga di sana. Sebab, logo segitiga berarti Anda boleh menggunakan pemutih untuk mencuci pakaian. Sementara jika logo segitiga itu disilang, artinya jangan mencampur pemutih pada cucian agar tidak merusak pakaian.
Nah, tunggu apalagi? Jangan lupa cek label pakaian Anda sebelum mencuci atau menyetrika ya..
Sumber : http://www.metrotvnews.com/
Diposkan oleh MS LAUNDRY KILOAN di 08:56 0 komentar
Rabu, 21 September 2011
TIPS MEMILIH DETERJEN BUBUK
1. Deterjen tersebut ramah lingkungan
Deterjen harus biodegradeable yaitu mudah terurai secara alamiah dan tidak meninggalkan bekas. Cara pengujiannya yaitu dengan mencampur deterjen dengan air, aduk merata dan siramkan ke tanah dan tanaman, apakah tanaman tersebut dapat hidup di hari berikutnya?
2. Tidak panas di tangan
Deterjen yang menyebabkan panas apabila digenggam dengan tangan adalah karena adanya reaksi dari soda (sodium hydroxide) terhadap lemak di bawah lapisan kulit. Bahan ini banyak digunakan karena murah harganya. Bahan tersebut bersifat korosif dan jika dalam jumlah banyak dapat menimbulkan iritasi. Cara pengujiannya yaitu dengan melarutkan deterjen ke dalam air kemudian rendam beberapa logam besi dan biarkan beberapa hari. Lihat hasilnya apakah logam tersebut berkarat, hal tersebut juga berlaku pada pakaian Anda.
3. Tidak banyak berbusa
... Mitos yang selama ini ada di kalangan ibu rumah tangga yaitu bahwa mencuci semakin bagus dengan banyaknya busa pada cucian. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena busa tersebut timbul karena adanya bahan busa (Carboxly Methyl Cellulose) sejenis bahan kimia yang hanya menghasilkan buih dan reaksi lainnya tidak ada. Karena banyaknya busa maka kita akan semakin asyik menyikat pakaian dan akhirnya kotoran di pakaian copot karena kita sikat.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa keuntungan dan kerugian banyaknya busa sebagai berikut :
• Keuntungan : Tidak Ada.
• Kerugian : Pemakaian air bertambah (untuk membilas)
Tenaga lebih banyak keluar
Waktu banyak terbuang
4. Deterjen bekerja untuk kita, bukan kita yang bekerja untuk deterjen
Deterjen yang baik adalah deterjen yang mampu mengangkat kotoran dari kain/pakaian, apabila kita merendam pakaian dalam deterjen, yang kita harapkan adalah kotoran pada kerah baju bias lepas, namun sering baju yang kita rendam kotorannya tetap ada pada baju tersebut sehingga kita mesti menyikatnya untuk menghilangkan kotoran tersebut.
Pengujian :
Larutkan sabun pada segelas air, aduk hingga rata. Masukkan sisir yang kotor ke dalamnya dan rendam selama 20 menit. Lihat apakah kotoran sisir tersebut dapat lepas dari sisirnya dan coba diaduk-aduk apakah kotoran sisir lepas?
5. Berat jenis deterjen lebih berat dari air
Deterjen memiliki berat jenis lebih berat daripada air, jika dilarutkan dalam air maka ia akan tenggelam. Cara pengujiannya dengan menuangkan satu sendok takar deterjen ke dalam segelas air dan perhatikan apakah mengapung atau tenggelam.
Diposkan oleh MS LAUNDRY KILOAN di 05:13 0 komentar
Kamis, 25 Agustus 2011
SOP Standard Laundry Kiloan
Proses Laundry Kiloan | Proses Mencuci
Laundry Kiloan
Pada usaha/bisnis laundry kiloan kita mengenal beberapa tahapan proses:
1. Penerimaan Cucian Kotor
- Timbang pakaian pada mesin timbangan
- Penghitungan jumlah helai cucian, baik kemeja, baju, celana,dll untuk
menghindari perselisihan(dispute) jumlah pakaian dengan konsumen laundry kiloan.
- Tagging|Penandaan cucian
Pisahkan cucian konsumen laundry kiloan satu dengan lainnya, bisa menggunakan tag pin (tagging) atau laundry bag tersendiri jika proses pencuciannya satu mesin satu konsumen
2. Pemilahan Jenis Pakaian
- Kenali tanda/label pada pakaian, biasanya ada instruksi pencucian dan jenis
kainnya.
- Pisahkan pakaian yang dapat dicuci menggunakan air (laundry) atau harus
menggunakan teknik
pencucian dry cleaning.
- Pisahkan pakaian luntur atau tidak luntur.
- Pisahkan pakaian putih dan bukan.
- Pisahkan pakaian bernoda berat yang memerlukan proses penghilangan noda
khusus(spotting)
3. Spotting Laundry Processing | Proses Spotting | Proses pembersihan noda
Pada bagian kerah kemeja, atau lengan bawah(ketiak) biasanya memerlukan treatment khusus pembersihan noda atau pada noda-noda khusus: seperti noda oli, noda sambal, noda kecap, noda tinta, noda darah,dll
4. Pre-Wash Process | Proses Pre-Wash | Proses sebelum pencucian
Proses pre-wash ini dilakukan di mesin cuci atau diluar dengan proses perendaman, sebelum kepada proses pencucian utama, antara lain:
- Proses Pemutihan Pakaian menggunakan pemutih laundry (Bleaching).
- Proses Emulsifikasi atau pengekstrakan noda lemak, seperti pakaian-pakaian
bengkel yang penuh noda oli
- Proses mematikan bakteri atau kuman ( Disinfektasi ) pada pakaian, dengan
menggunakan disinfectant
5. Proses Pencucian utama | Washing Laundry Processing
Proses pencucian menggunakan deterjen dapat ditambahkan additive chemicals lain seperti alkali, emulsi, atau oxybooster tergantung tingkat kekotoran cucian dan jenis bahan kain pakaian. Juga tergantung mesin yang digunakan mesin cuci otomatis atau bukan.
6. Proses Pembilasan | Rinsing Laundry Processing
Proses pembilasan tergantung jenis mesin yang dipakai jika mesin cuci otomatis (front loading) biasanya jadi satu pada menu Quick Wash (Cuci Cepat), tergantung deterjen dan kimia yang dipakainya, apakah memungkinkan melakukan proses Quick Wash (Cuci Cepat), semakin deterjen anda mengandung busa banyak, semakin anda perlu melakukan perulangan proses pembilasan, disarankan tidak menggunakn Quick Wash untuk pencucian heavy duty (noda berat) dikarenakan kandungan alkali dan surfaktan yang belum netral, untuk itu gunakan bahan kimia sour/neutralizer untuk membantu proses pembilasan. Dan juga menurunkan Ph Cucian kembali ke pH netral
7. Proses Pelembutan | Softening Process
Agar pakaian nyaman dipakai proses pelembutan serat kain sangat diperlukan, selain melembutkan softener bersifat asam dengan ph rendah seperti sour sehingga membantu menetralkan ph pada serat kain, Ph cucian tidak netral dapat menyebabkan iritasi kulit.
8. Proses Pengeringan | Drying Laundry Processing
Pada proses pengeringan disarankan menggunakan mesin tumbler dryer, mesin pengering yang berputar, agar pengeringan lebih sempurna, bukan hanya proses uap panas.Dan hati-hati pada mesin dryer gas, karena corong uap asap gas biasanya hitam dan menempel pada pakaian, jika mengalami masalah ini, silahkan hubungi technical support kami
9. Proses Penyetrikaan | Laundry Pressing
Menggunakan Setrikaan dan Ironer Oil untuk membantu proses penyetrikaan diperlukan dalam proses ini, jenis ironer/setrikaan juga mempengaruhi kualitas proses ini, selain pengetahuan cara menyetrika terhadap jenis bahan/kain.
10. Proses Finishing
Pada laundry kiloan, tahapan finishing ini sangatlah penting dimana karakter konsumen Indonesia yang menyukai wewangian, untuk itu tahapan inilah yang menjadi kunci dari memberikan sentuhan wangi pada pakaian, dengan menggunakan parfum khusus laundry, siarankan solvent base prefume filler,bukan waterbase perfume filler yang disemprotkan sebelum di packing.Perbedaan dan efek Parfum Khusus Laundry bisa tanyakan ke bagian Technical Support.
Source: http://www.deterjenindonesia.com/laundrybusiness/kiloan/proses/
Diposkan oleh MS LAUNDRY KILOAN di 21:07 0 komentar
Rabu, 20 Juli 2011
Keagenan MS Laundry Kiloan
Dicari Agen Ms laundry Kiloan di daerah Jakarta Barat khususnya di daerah Palmerah Untuk jadi Retailer atau Agen MS Clean Laundry Kiloan. Tidak ada persyaratan Khusus Agent hanya punya timbangan saja dan spanduk. Bisa digabung dengan Usaha seperti Photocopy, Voucher dan lain lain, Agent hanya menerima Saja Laundry kiloan dan selebihnya Ms clean laundry akan mengerjakanya waktunya 2-3 hari. harga untuk Agent Berbeda dengan harga standar yang Ms clean jual Rp. 7000/kilo jika agan menjadi Agen harga khusus dan selisihnya adalah keuntungan agent, Untuk Harga Agent telp. ke 021 91500799 dan Khusus untuk agent minimal 10 kilo dengan harga Khusus agent.
Alamatnya Basement Pasar Slipi (samping Mall Slipi Jaya ) Jl. Anggrek Garuda 1, Slipi jaya. Jakarta barat Contact person Isa Nurcahya putra (owner)
Diposkan oleh MS LAUNDRY KILOAN di 19:37 0 komentar
Kamis, 15 April 2010
Selasa, 08 Desember 2009
Tips Mencuci Pakaian Luntur
![]()
Pakaian Luntur dalam laundry merupakan masalah yang besar untuk menghasilkan pakaian yang bersih dan warna tetap terang. Ada metode untuk mencegah Pelunturan dan jika pencucian pakaian luntur sudah terjadi berikut adalah cara menanggulanginya :
Perhatikan Suhu air
1. Sebagian Besar kesalahan pencucian pada pakaian yang luntur adalah pada pemilihan suhu air. Ini dapat dihindari dengan hanya membaca label perawatan pakaian Anda. Jika artikel pakaian memerintahkan anda untuk menggunakan air dingin atau hangat, jangan gunakan air panas. Beberapa Orang mempercayai bahwa air panas bisa mendapatkan pakaian pakaian paling bersih, tapi itu belum tentu benar. Menggunakan deterjen berkualitas baik akan benar-benar bersih pakaian Anda, tidak peduli apa suhu air.
Untuk tetap berada di sisi aman, gunakan air dingin untuk artikel pakaian dengan warna campuran, seperti kemeja dan gaun berwarna yang mengandung kedua berwarna putih dan kain.
Menambahkan Zat aditif
2. Menambahkan secangkir air garam untuk cuci atau satu sendok pemutih oksigen dapat mencegah warna dari Pelunturan. Cuka bekerja dengan cara yang sama, dan tidak akan meninggalkan Bau yang tidak enak. Tambahkan setengah cangkir cuka ke air cucian, lalu tambahkan deterjen dan pakaian.
Anda juga dapat menggunakan ini sebelum menambahkan aditif cuci pakaian mesin cuci anda dengan membuat cuka garam atau rendam dengan setengah galon air, menambahkan artikel pakaian, dan meninggalkannya di rendam selama 15 sampai 30 menit.
3. Cara Pencegahan yang Paling efektif adalah merendam dulu pakaian ke dalam Air dan jika pakaian setelah direndam menunjukan gejala luntur pisahkan dengan pakaian yang tidak luntur. Cucilah pakaian luntur secara terpisah baik di dalam ember ataupun mesin cuci tersendiri.
Memperbaiki Pakaian Luntur
4 Jika sebagian dari pakaian Anda telah Luntur, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memperbaiki masalah.
Pertama, jangan mengeringkan pakaian yang telah luntur. mencuci lagi dalam dingin atau air hangat, jangan menggunakan air panas. Jika ini tidak memperbaiki pakaian Luntur. Anda dapat merendam pakaian di air garam atau cuka. Garam, tambahkan sebuah cangkir ke setengah galon air hangat. Bila menggunakan cuka, tambahkan setengah cangkir ke setengah galon air dingin.Biarkan pakaian rendam selama minimal 30 menit, lalu bilas dengan air dingin.
Diposkan oleh MS LAUNDRY KILOAN di 17:44 0 komentar


